1ISBN : PROSIDING KONFERENSI NASIONAL BAHASA DAN SASTRA III Surakarta, Oktober 2015 Editor: Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Prof. Dr. Setya Yuwana, Teratai Tidak terlihat orang yang lalu Daun berseri Laksmi mengarang .. Seroja kembang gemilang mulia . Biarpun engkau tidak diminat Engkaupun turut menjaga zaman (Sanusi Pane) 1. Kenapa penyair mengambil judul yang digunakan adalah Teratai. Sanusi Pane) Dalam puisi teratai, penyair menyimbolkan Ki Hajar Dewantara dengan kuntum bunga teratai dengan maksud untuk menautkan ciri-ciri bunga teratai dengan gagasan, pikiran, dan cita-cita tokoh pendidikan tersebut. 2. Majas Pertentangan Majas pertentangan antara lain meliputi: hiperbola, litotes, ironi, dan paradoks. a. Hiperbola Karya Sanusi Pane Kepada R. Soeratmaka Pada perjalananku melalui langka purbakala, Melayang ke dalam hati teratai api dan suram Diganti sinar caya yang terang-benderang dan 'alam hati dan mungkin puisi Yang berkata lewat sepi, lewat usia Kepadaku Maka siapkan waktu Dengan suara-Mu tegap Vay Nhanh Fast Money. Sanusi Pane dari Angkatan Pujangga Baru TERATAI Kepada Ki Hajar Dewantoro Dalam kebun di tanah airku Tumbuh sekuntum bunga teratai Tersembunyi kembang indah permai Tidak terlihat orang yang lalu Akarnya tumbuh di hati dunia Daun berseri Laksmi mengarang Biarpun dia diabaikan orang Seroja kembang gemilang mulia Teruslah O Teratai Bahagia Berseri di kebun Indonesia Biar sedikit penjaga taman Biarpun engkau tidak dilihat Biarpun engkau tidak diminat Engkau pun turut menjaga zaman Dari Madah Kelana Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 104919 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d827c306a42b72a • Your IP • Performance & security by Cloudflare Teratai Puisi karya Sanusi Pane Kepada Ki Hajar Dewantoro Dalam kebun di tanah airku Tumbuh sekuntum bunga teratai; Tersembunyi kembang indah permai, Tidak terlihat orang yang lalu. Akarnya tumbuh di hati dunia, Daun berseri Laksmi mengarang; Biarpun ia diabaikan orang, Seroja kembang gemilang mulia. Teruslah, O Teratai Bahagia Berseri di kebun Indonesia, Biar sedikit penjaga taman. Biarpun engkau tidak dilihat, Biarpun engkau tidak diminat, Engkau turut menjaga Zaman Analisis kali ini adalah puisi dari Sanoesi Pane pada tahun 1929 yang berjudul "teratai" Puisi TERATAIDalam kebun ditanah airku,Tumbuh sekuntum bunga teratai,Tersembunyi kembang indah permai,Tidak terlihat orang yang tumbuh di hati dunia,Daun bersemi laksmi mengarang,Biarpun ia diabaikan orang,Seroja kembang gemilang o Teratai Bahagia,Berseri di kebun indonesia,Biar sedikit penjaga engkau tidak dilihat,Biarpun engkau tidak diminat,Engkaupun turut menjaga Zaman.Sanoesi Pane, 1929 Analisis Puisi A. Unsur Instrinsik Tema Tema umum sajak teratai adalah kekaguman. Tema khusus sajak teratai adalah keindahan bunga teratai yang diumpakan sebagai ki Hadjar Dewantara. Teratai yang tumbuh di air yang sangat berlumpur kotor, coklat tetapi warna bunganya lebih cemerlang, begitu pula Ki Hadjar Dewantara yang pada awalnya ia berjuang demi pendidikan Indonesia tanpa diketahui oleh semua orang dan pada akhirnya semua orang dapat merasakan hasil dari perjuangannya waktu itu sampai akhir zaman, terutama dalam hal pendidikan di Indonesia. Rasa Feeling atau rasa merupakan sikap penyair terhadap pokok persoalan terhadap puisi. Dalam sajak Teratai sikap atau rasa yang ditunjukan adalah penyair begitu mengagumi sosok Ki Hadjar Dewantara yang berjuang demi pendidikan Indonesia. Ia begitu menyanjungnya, sampai-sampai diumpamakan sebagai bunga teratai. Nada Melalui sajaknya, Sanusi Pane dalam sajak teratai mengajak atau memberi nasihat kepada pembaca untuk meneladani atau mencontoh sifat Ki Hadjar Dewantara. Sifat beliau yang pantang menyerah dan terus berjuang demi pendidikan Indonesia bisa dijadikan teladan oleh para pembaca agar memiliki sifat seperti beliau. Selain itu, penyair juga berusaha untuk membangkitkan semangat nasionalisme pembaca terhadap perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang menjadi pelopor pendidikan di Indonesia. Diksi Dalam sajak teratai, pengarang menggunakan pilihan dan penggunaan kata yang begitu menarik. Dalam sajak teratai terdapat beberapa diksi yang digunakan. Perhatikan penggalan sajak Teratai dibawah …………………Tidak terlihat orang yang lalu …………………Daun berseri Laksmi mengarang…………………..Seroja kembang gemilang mulia………………….Biarpun engkau tidak diminatEngkaupun turut menjaga zaman Imajeri citraan Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. Bersama unsur diksi, kata nyata, majas dan citraan merupakan komponen kunci dalam upaya mengapresiasi karya sastra puisi. Dalam sajak Terataipun penyair berusaha menggunakan citraan agar pembaca ikut terlibat atau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh penggalan sajak dibawah ini. …………………………..Tersembunyi kembang indah permaiTidak terlihat orang yang lalu…………………………..Biarpun engkau tidak dilihat…………………………... Larik-larik diatas dapat masukkan ke dalam citra konkret Dalam membuat sebuah sajak seorang penyair berupaya menumbuhkan pembayangan para penikmat sajaknya melalui diksi-diksi yang dipilihnya. Begitu juga dengan sajak “Teratai” karya Sanusi Pane. Dalam sajak tersebut pada umumnya setiap kata yang digunakan pada tiap-tiap larik dapat dipahami, artinya dapat menimbulkan pembayangan yang lengkap tentang sesuatu. Penyair banyak menggunakan kata-kata nyata yang dapat dipahami pembaca. Tetapi selain itu, ada juga kata yang sulit menimbulkan pembayangan bagi pembaca atau disebut Blank Word . Perhatikan penggalan sajak Teratai dibawah ini.………………………..Daun berseri Laksmi mengarang………………………..Bagi sebagian orang kata Laksmi mungkin merupakan blank word , karena tidak semua orang tahu apa makna kata Laksmi dalam sajak tersebut. Karena penulisan kata Laksmi tersebut menggunakan huruf kapital pada awal katanya, maka mungkin saja si pembaca hanya menafsirkan bahwa Laksmi tersebut nama seorang wanita tanpa tahu maksud pengarang kenapa menggunakan nama tersebut. Majas Gaya bahasa Majas personifikasi, Personifikasi merupakan penggambaran dari sebuah ide, objek atau binatang yang seolah-olah berlaku seperti manusia. personifiaksi menyatakan sebuah bentuk dari perbandingan dan membuat penyair mampu untuk menggambarkan dengan tenaga dan vitalitas dari yang semestinya tidak hidup. Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati atau barang yang tak bernyawa seolah-olah dapat bertingkah laku seperti manusia. Akarnya tumbuh di hati duniaDaun berseriBerseri di kebun Metafora, gaya bahasa perbandingan yang sifatnya tidak langsung dan implisit. analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat dengan kias perwujudan. Hubungan antara sesuatu yang dinyatakan pertama dengan yang kedua hanya bersifat sugesti, tidak ada kata-kata petunjuk perbandingan eksplisit. Engkau pun turut menjaga zaman Repetisi bentuk gaya pengulangan dengan menampilkan pengulangan kata atau kelompok kata yang sama. Kata atau kelompok kata yang diulang ke dalam repetisi bisa terdapat dalam satu kalimat atau lebih, dan berada pada posisi awal, tengah, atau di tempat lain. Biarpun engkau tidak dilihat Biarpun engkau tidak diminat Aliterasi, gaya bahasa dengan menggunakan pengulangan konsonan. Diksi yang dipilih adalah kata-kata yang memiliki wujud fisik hampir mirip, beberapa konsonan sama, memiliki makna seiring yang bisa dipadukan satu sama lain sehingga menimbulkan arti yang dalam dan suara yang indah. Diksi aliterasi mengedepankan bentuk dan fonologi untuk mendapatkan efek estetis. Seroja kembang gemilang muliaTumbuh sekuntum bunga terataiTeruslah O Teratai Bahagia Sinekdoke, adalah menyebutkan sebagian untuk maksud keseluruhan pars pro toto atau menyebutkan keseluruhan untuk sebagian totem pro parte. Berseri di kebun IndonesiaDalam kebun di tanah airku Versifikasi Unsur versifikasi mencakup kajian tentang tentang rima persanjakan, ritme irama dan meutrum. Irama dalam kajian puisi erat kaitannya dengan persanjakan yang digunakan. Adapun dalam sajak Teratai kita bisa melihat rima yang rima yang terdapat dalam sajak Teratai dibawah ini. TerataiDalam kebun di tanah airkuTumbuh sekuntum bunga terataiTersembunyi kembang indah permaiTidak terlihat orang yang laluAkarnya tumbuh di hati duniaDaun berseri Laksmi mengarangBiarpun dia diabaikan orangSeroja kembang gemilang mulia……………………………… Dalam bait diatas termasuk kedalam rima berpeluk, yakni persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dan larik keempat, larik kedua dengan larik ketiga ab-ba. Amanat Janganlah kita mengabaikan hal-hal yang sama sekali tidak terlihat baik diluarnya karena sesungguhnya hal-hal tersebut dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat besar apabila kita benar-benar bisa memanfaatkannya. Dalam memperjuangkan sesuatu yang baik kita harus bersungguh-sungguh, janganlah kita mudah menyerah karena kebaikan pasti akan berakhir baik. Dimanapun kita berada atau dilingkungan apapun kita tidak boleh gampang terpengaruh, tetaplah percaya diri. B. Unsur Ekstrinsik Biografi Sanoesi Pane Dilahirkan di Muara Sipongi, Tapanuli, pada tanggal 14 Mei 1905. Meninggal di Jakarta tanggal 2 Juni 1968. Setelah menamatkan Gunung Sari, lalu mengajar bahasa Melayu di situ, waktu itu usianya baru 19 tahun. Kemudian iapun mengajar juga di pemerintah di Lembang, ternyata dalam sajak-sajak dan karangan-karangannya. Ia sangat tertarik oleh kebudayaan dan mistik India dan Jawa. Pada tahun 1928 ia berangkat ke tanah Hindu dan di sana ia menulis sajak-sajaknya yang paling baik yang kemudian diterbitkan dengan judul Madah Kelana 1931. Sepulangnya di tanah air, ia menerbitkan dan memimpin majalah Timboel edisi bahasa Indonesia, aktif menulis dalam Poedjangga Baroe, terutama karangan-karangan tentang sejarah, kebudayaan dan filsafat. Tahun 1934 ia memimpin Perguruan Rakyat di Jakarta dan aktif dalam jurnalistik antaranya menjadi pemimpin harian Kebangunan, lalu menjadi kepala pengarang pada Sidang Pengarang Balai Pustaka. Pada masa inilah ia ikut dalam polemik mengenai masalah kebudayaan dengan Sutan Takdir Alisjahbana, Dr. Soetomo, Poerbatjaraka, dan lain-lainnya. Karangan-karangannya ialah Pantjaran Tjinta 1926, Puspa Mega 1927, Madah Kelana 1931 ketiganya berupa kumpulan sajak prosa dan lirik; Kertadjaja 1932, Sandhyakala ning Majapahit 1933, Manusia Baru 1940 ketiga-tiganya sandiwara. Kecuali itu iapun menulis dua buah sandiwara dalam bahasa Belanda Airlangga 1928 dan Eenzame Garoedavlucht 1929. Kecuali Manusia Baru yang mengambil tempat berlakunya di India, semua sandiwara-sandiwara Sanusi berdasarkan sejarah jaman Hindu di Jawa. Dia memang mempunyai minat yang serius terhadap penulisan sejarah nasional Indonesia. Ia menulis Sejarah Indonesia 1942 yang dilengkapkan enam tahun kemudian 1948 dan Indonesia Sepanjang Masa 1952 yang merupakan kritik terhadap cara penulisan sejarah Indonesia hingga saat itu. Sajak-sajaknya sangat dalam, meski dalam beberapa hal iapun bisa pula riang-riangan. Persoalan-persoalan hidupnya sendiri, bangsanya, dijadikannya persoalan semesta lambang dari manusia yang mencari bahagia. Di antara para penyair sebelum perang, Sanusi adalah yang terbesar dan penuh kesungguhan. Sajaknya Sijwa Nataradja adalah salah sebuah sajak besar yang pernah ditulis dalam bahasa Indonesia. Nilai-nilai Nilai Moral Pada puisi Teratai dalam kata “Tersembunyi kembang indah permai” terdapat nilai moral yaitu Keindahan yang tidak disombongkan dan tidak dinampakkan. Suatu kebaikan yang tidak ditinjilkan, tapi biarlah orang lain yang menilai kebaikan tersebut. Nilai Pendidikan Hasil kerja, usaha, dan jerih payah Ki Hajar telah mendunia, tidak hanya di tanah airnya saja. NIlai Ketuhanan Kebaikan, keyakinan, kejujuran, kesucian, keharuman, dan ketulusan yang tidak akan dapat dirasakan, dimengerti jika tidak menyelami lebih dalam terhadap diri dan pribadi Ki Hajar Dewantara sebagai tulus dan suci adalah persembahan kepada Tuhan guna menyelamatkan alam beserta isinya C. Parafase Makna Puisi Dalam kebun di tanah airku Kebun diidentikkan dengan Indonesia yang subur, dihuni oleh berbagai jenis karakter, jiwa, manusia,suku, seni, budaya, bahasa suatu bangsa. Tumbuh sekuntum bunga teratai Telah lahir bunga indah sebagai lambang ketulusan, kejujuran, ketulusan. Teratai yang tumbuh di air yang sangat berlumpur kotor, coklat, warna bunganya lebih cemerlang. bunga teratai tersebut tetap menawan dan suci tidak kena pengaruh oleh lumpur. Demikian juga orang bijaksana akan bekerja apapun sebagai darma di dunia. Tersembunyi kembang indah permai Keindahan yang tidak disombongkan dan tidak dinampakkan. Suatu kebaikan yang tidak ditinjilkan, tapi biarlah orang lain yang menilai kebaikan tersebut. Tidak terlihat orang yang lalu Kebaikan, keyakinan, kejujuran, kesucian, keharuman, dan ketulusan yang tidak akan dapat dirasakan, dimengerti jika tidak menyelami lebih dalam terhadap diri dan pribadi Ki Hajar Dewantara sebagai tulus dan suci adalah persembahan kepada Tuhan guna menyelamatkan alam beserta isinya. Akarnya tumbuh di hati dunia Hasil kerja, usaha, dan jerih payah Ki Hajar telah mendunia, tidak hanya di tanah airnya saja. Daun berseri Laksmi mengarang Dewi Laksmi digambarkan sebagai suatu Ibu jujur, dengan empat lengan, berpakaian bagus dan permata-permata mahal, menganugerahkan koin-koin dari kemakmuran dan diapit oleh gajah-gajah menandakan kuasa. Fitur paling mencolok dari ilmu arca dari Lakshmi adalah bunga teratai. Arti dari bunga teratai dalam hubungan dengan Shri Lakshmi mengacu pada kemurnian dan kuasa rohani. Dewi Laksmi dilukiskan sebagai perempuan yang cantik berkulit keemasan, dengan empat tangan, duduk atau berdiri di atas bunga teratai yang sedang mekar dan memegang setangkai bunga teratai, yang bermakna kecantikan, kesuburan dan kemurnian. Duduk dalam lumpur tetapi bunga di atas air, dengan sepenuhnya tidak terjangkit oleh lumpur, bunga teratai mewakili kesempurnaan upacara agama dan otoritas yang naik di atas pencemaran duniawi. Dewi Laksmi disebut juga Dewi Uang. Ia juga disebut "Widya", yang berarti pengetahuan. Biarpun dia diabaikan orang Diabaikan dalam baris ini adalah kekuatan dan pengaruh Ki Hajar Dewantara mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia terutama Jawa mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, Ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka dan bersama kedua rekannya, dan Tjipto Mangoenkoesoemo, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda 1913. Dengan demikian, ia seakan terabaikan oleh masyarakat Indonesia saat itu. Seroja kembang gemilang mulia Seroja = teratai. Ia harum namanya berkat pandangan beliau dari muda sampai konsep tut wuri handayani. Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Hanya ungkapan tut wuri handayani saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum. Arti dari semboyan ini secara lengkap adalah tut wuri handayani dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan, ing madya mangun karsa di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dan ing ngarsa sung tulada di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik. Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan. Teruslah O Teratai BahagiaBerseri di kebun Indonesia Nama Ki Hajar Dewantara akan tetap harum dan dikenang oleh setiap masyarakat Indonesia dari anak-anak sekolah sampai Profesor, Doktor, mentri bahkan presiden sekalipun. Biar sedikit penjaga tamanBiarpun engkau tidak dilihatBiarpun engkau tidak diminat Diabaikannya nilai luhur bangsa seperti budi pekerti menjadikan sistem pendidikan di Indonesia tidak mengajarkan anak didik mampu menghargai atau menghormati orang lain, atau bersikap tenggang rasa. Anak sekolah cenderung mendapat contoh atau teladan buruk tidak saja dari lingkungannya, tetapi juga dari guru sendiri. Ibarat guru kencing berdiri, murid kencing berlari’. Bagaimana guru bisa melarang murid tidak merokok kalau dia sendiri secara sembunyi-sembunyi keluar dari ruang kelas untuk merokok?"Pelaksanaan pendidikan lebih didasarkan pada minat dan potensi apa yang perlu dikembangkan pada anak didik, bukan pada minat dan kemampuan apa yang dimiliki oleh pendidik. Apabila minat anak didik ternyata akan ke luar atau pengembangan potensi anak didik di jalan yang salah maka pendidik berhak untuk meluruskannya. Engkau pun turut menjaga zaman Ia memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte, suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannya. SHARE TO »

puisi teratai karya sanusi pane